Yakin mau resign?

Apakah anda menyenangi pekerjaan anda? Atau anda termasuk individu yang tidak merasa nyaman dengan pekerjaan yang dilakukan sehingga pikiran untuk meninggalkan pekerjaan anda sering terlintas? atau mungkin anda gemar berganti-ganti pekerjaan? Jika iya, mungkin anda memiliki masalah dengan komitmen atau kepuasan kerja.

Sebelum membahas lebih dalam, saya akan menjelaskan pengertian kepuasan komitmen tenaga kerja terlebih dahulu. Komitmen kerja adalah suatu sikap kerja yang menunjukkan perasaan suka atau tidak suka terhadap perusahaan tempat individu bekerja. Semakin suka individu dengan perusahaan tempat ia bekerja, maka akan semakin tinggi keinginannya untuk terus bekerja di perusahaan tersebut. Sebaliknya, semakin tidak suka individu dengan perusahaan tempatnya bekerja, maka akan semakin tinggi keinginannya untuk meninggalkan perusahaan. Penelitian menunjukkan bahwa komitmen kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

 

Karakteristik karyawan itu sendiri. Beberapa karakteristik pribadi individu seperti usia, masa kerja, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan ras dapat mempengaruhi tingkat komitmen seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin tinggi pula komitmen yang dimiliki terhadap perusahaan. Sedangkan untuk tingkat pendidikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin rendah komitmennya.

Karakteristik pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa komitmen individu akan meningkat seiring dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Semakin rendah tanggung jawab pekerjaan yang dimiliki, maka akan semakin rendah pula komitmen kerja individu tersebut. Hal ini mungkin terdengar aneh, tapi berdasarkan observasi dan wawancara singkat yang dilakukan, banyak individu yang akan merasa bosan jika hanya mengerjakan pekerjaan yang ‘itu-itu saja’.

 

Karakteristik struktural. Ukuran perusahaan, kehadiran serikat kerja, luasnya kontrol, serta otoritas dalam bekerja, merupakan hal-hal struktural yang dapat mempengaruhi komitmen bekerja seseorang.

Pengalaman kerja. Pengalaman kerja dipandang sebagai salah satu hal utama yang mempengaruhi komitmen perusahaan. Seiring dengan pengalaman bekerja di beberapa Perusahaan, maka individu dapat membandingkan hal-hal seperti: 1) Sejauh mana perusahaan dapat memperhatikan kebutuhan, minat, serta kesejahteraan karyawan. Jika perusahaan sangat memperhatikan hal tersebut, maka komitmen kerja pada perusahaan akan semakin tinggi; 2) Sejauh mana perusahaan dapat memberikan persepsi bahwa karyawan merupakan ‘bagian penting’ dari perusahaan; 3) Sejauh mana perusahaan mampu merealisasi harapan-harapan para karyawan; 4) Rekan kerja yang supportive dapat membantu meningkatkan komitmen kerja; 5) Persepsi tentang gaji, sejauh mana individu merasa gaji yang yang diterima seimbang dengan karyawan lainnya; 6) Persepsi karyawan terhadap perilaku atasan.

 

Keempat faktor yang telah djelaskan di atas memiliki berbagai dampak, salah satunya seperti yang digambarkan di awal tulisan ini, yaitu terhadap keinginan untuk meninggalkan pekerjaan. Namun dampak dari rendahnya komitmen kerja juga bisa terlihat dari absensi / seringnya tidak masuk kerja, singkatnya periode masa kerja, keterlambatan, serta rendahnya performa kerja yang ditampilkan. Di sisi lain, individu yang memiliki komitmen kerja tinggi akan memiliki rasa aman, rasa ‘tercukupkan’, dan citra diri yang positif.

 

Meskipun demikian, munculnya keinginan untuk meninggalkan pekerjaan tidak hanya semata-mata sebagai dampak dari komitmen kerja yang dimiliki individu. Keinginan tersebut juga terkait dengan faktor kepuasan kerja yang dimiliki seseorang. Adapun pengertian kepuasan kerja adalah perasaan puas atau tidak puas individu mengenai pekerjaan dan beberapa aspek dari pekerjaannya tersebut.

Kepuasan kerja sendiri dipengaruhi oleh 9 aspek. Kesembilan aspek tersebut adalah:

  1. Gaji, yaitu dengan melihat apakah gaji yang diterima seimbang dengan usaha yang dilakukan.

 

  1. Promosi, yaitu dengan melihat kesempatan untuk mendapatkan promosi secara objektif (promosi secara objektif tuh maksutnya gimana ya? Klo Cuma sekedar ditulis untuk mendapatkan promosi aja udah menggambarkan belom?klo blom dijelasin lagi aja kali ya dikit yang dimaksut secara objektif tuh gimana)

 

  1. Rekan kerja, yaitu dengan melihat penerimaan rekan kerja atas kemampuan individu.

 

  1. Komunikasi, yaitu mengenai penyampaian informasi dalam suatu organisasi.

 

  1. Peraturan, yaitu berupa kebijakan perusahaan yang berlaku.

 

  1. Pekerjaan, yaitu dengan melihat apakah kondisi dan fasilitas yang diterima individu dapat mendukung pekerjaan yang dilakukan atau tidak.

 

  1. Imbalan, yaitu keuntungan yang didapat dari individu dalam suatu organisasi.

 

  1. Atasan, yaitu adanya pengawasan oleh atasan, dan apakah bentuk pengawasan tersebut dirasakan nyaman, membantu, atau justru menghambat.

 

  1. Contingen reward, yaitu adanya pengakuan dan penghargaan terhadap tindakan yang dilakukan oleh individu

 

Beberapa dari sembilan faktor di atas memang sedikit banyak bersinggungan dengan faktor dari komitmen kerja yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena memang komitmen dan kepuasan kerja saling berhubungan satu dengan lainnya.

Berdasarkan penjelasan yang telah diberikan, dapat dilihat bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk menjalani/meninggalkan pekerjaan yang sedang dijalani. Dengan berkaca pada kebutuhan, alasan, dan tujuan setiap individu yang berbeda satu dengan lainnya, diharapkan seorang individu dapat memilih dan menjalankan pekerjaannya dengan hasil sebaik mungkin.

 

Nova Ariyanto JoNo

 

Sumber:

Robins, Stephen P. (2003). Organizational Behavior (10th ed.). London: Prentice-Hall.

Istanti, F. (2007). Hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen pada tenaga kerja outsourcing di perusahaan tempatnya bekerja. Depok: F. Psikologi UI.

Gambar diambil di sini