Sekilas Tentang Masturbasi

Hahahaha, col* mulu sih loe, kopong kan tuh dengkul!. Makanya, jangan sering-sering col* !!

 

Beberapa dari kita mungkin pernah mendengar pernyataan tentang masturbasi dan mitos seperti di atas. Sebelum membicarakan lebih lanjut, adapun masturbasi memiliki definisi melakukan stimulasi secara manual terhadap alat kelamin.

Masturbasi biasanya dilakukan dengan berfantasi tentang hubungan seksual. Berdasarkan sebuah mata kuliah yang pernah saya ikuti, pria biasanya melakukan masturbasi dengan fantasi wanita yang berada di sekitarnya. Sedangkan untuk wanita, masturbasi dilakukan dengan fantasi yang lebih luas, artis-artis yang muncul di layar kaca juga kerap menjadi objek fantasi dalam masturbasi para wanita.

 

Seperti topik seksualitas lainnya, masturbasi juga merupakan hal yang tidak banyak dibicarakan secara terbuka. Penelitian menjelaskan bahwa di Amerika, sebanyak 38 % wanita melakukan masturbasi, sedangkan untuk pria, persentasenya adalah 61 %. Sedangkan di Indonesia sendiri, hampir semua pria melakukan masturbasi, dan sekitar 70-80 % wanita melakukan masturbasi.

 

Penelitian juga menjelaskan bahwa masturbasi pria lebih sering dilakukan saat remaja hingga saat berusia paruh baya (40 tahun), dan jumlahnya jauh berkurang saat pria berusia 50 tahun. Sedangkan untuk wanita, usia 20 hingga 39 merupakan usia yang paling sering melakukan masturbasi. Di usia 18-20 dan di atas 40 tahun perilaku masturbasi tersebut lebih rendah.

Adapun 25 % pria dan 10 % wanita melakukan masturbasi minimal satu kali dalam satu minggu. Studi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa masturbasi dipengaruhi oleh tingginya tingkat pendidikan, pengalaman eksperimentasi seksual sebelum masa puber, dan bertambahnya jumlah hubungan seksual yang dimiliki. Untuk wanita, masturbasi lebih rendah frekuensinya pada individu yang sedang sakit, sedangkan pria tetap bermasturbasi baik pada saat sehat maupun pada saat sakit.

 

Masturbasi memang lebih banyak dipandang negatif. Meskipun demikian, beberapa ahli menjelaskan bahwa masturbasi merupakan aktivitas seksual yang sehat. Melalui masturbasi, individu dapat mengurangi kehamilan tidak diinginkan serta penyakit menular seksual. Masturbasi juga tidak hanya untuk menyalurkan hasrat seksual, tapi juga untuk bisa merasakan relaksasi dan membantu tidur. Bahkan penelitian di Australia menunjukkan bahwa laki-laki berusia 20-50 tahun yang mengalami ejakulasi lebih dari lima kali perminggu memiliki kemungkinan 30 % lebih sedikit untuk terkena kanker prostat.

Masturbasi tidak hanya dilakukan oleh individu yang belum menikah, pasangan yang sudah menikah pun melakukan masturbasi. Adapun alasan mereka melakukan masturbasi berkisar antara pasangan yang menolak untuk diajak berhubungan seksual dan tidak merasakan kepuasan saat berhubungan.

Untuk alasan terakhir di atas, masturbasi justru menjadi salah satu solusi yang dapat membantu. Dengan masturbasi, individu dapat lebih mengetahui dirinya sendiri. Dengan mengetahui bagian tubuh mana yang dirasa ‘menyenangkan’ untuk disentuh dan mengomunikasikan dengan pasangan, maka diharapkan hubungan seksual yang dilakukan dapat memberi kepuasan untuk kedua belah pihak.

 

Data-data di atas menunjukkan bahwa, seperti hal lainnya, masturbasi juga memiliki dua sisi, yaitu positif dan negatif. Meskipun demikian, penilaian terhadap masturbasi kembali pada masing-masing individu, dengan melihat data atau masukan di atas untuk dipergunakan sebaik-baiknya.

Nova Ariyanto JoNo

Sumber:

Barreca, R. Want to Cheer up AND Save Money? Masturbate!. Diambil online pada http://www.psychologytoday.com/blog/snow-white-doesnt-live-here-anymore/200904/want-cheer-and-save-money-masturbate tanggal 20 Oktober 2009.

Castleman, M. How Common is masturbation, really?. Diambil online pada http://www.psychologytoday.com/blog/all-about-sex/200903/how-common-is-masturbation-really tanggal 20 Oktober 2009.

 

Gerressu, M., Mercer, C.H., Graham C.A., Wellings, K., & Johnson, A.M. (2008). Prevalence of Masturbation and Associated Factors in a British National Probability Survey. Arch Sex Behav 37:266–278 DOI 10.1007/s10508-006-9123-6

 

Handayani, A.T. (2008). Hubungan antara sikap terhadap hubungan seksual, masturbasi, pornografi dan homoseksual dengan religiusitas pada dewasa muda muslim. Depok: F Psi UI.

 

Masturbation paranoia may cause cancer. Diambil online pada http://www.psychologytoday.com/blog/sex-dawn/200901/masturbation-paranoia-may-cause-cancer tanggal 20 Oktober 2009.

 

Gambar dari sini