Mantan Kekasih yang (sulit) Dilupakan

Beberapa waktu yang lalu, saya kebetulan mendengar sebuah lagu yang menceritakan bagaimana seseorang tidak dapat melupakan kekasihnya yang sudah bersama orang lain. Tidak lama setelah lagu tersebut berakhir, saya kembali mendengar sebuah lagu, walaupun berbeda, namun juga menceritakan sulitnya melupakan kekasih lamanya. Saat itu saya ‘tersadar’ bahwa fenomena mantan kekasih merupakan satu dari sekian banyak fenomena yang terjadi di sekeliling kita.

 

Baik ataupun buruk sikap mantan kekasih, melupakan mereka bisa dikatakan bukan perkara mudah. Hal ini dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama adalah kita cenderung merasa kenangan yang kita miliki sebagai kenangan indah. Dengan kata lain, meskipun pada kenyataannya hubungan kita dengan mantan kekasih saat masih berpacaran tidak begitu indah, saat kita mengingat kenangan tersebut secara tidak sadar kita mengubahnya menjadi sesuatu yang indah.

 

Yang kedua adalah lebih mudah untuk menghubungi mantan kekasih kita dibanding mencari kekasih yang baru. Jika dalam artikel lain saya menjelaskan media internet sebagai akses untuk mencari pasangan baru, internet di sisi lain juga memberikan kemudahan bagi kita untuk berhubungan kembali dengn mantan kekasih kita. Banyak dari kita pada awalnya hanya ‘iseng’ melihat profil (disalah satu situs sosial), mencari tahu apa kabar mantan kita, melihat statusnya, melihat seperti apa pasangannya sekarang, atau bahkan berandai-andai apa yang akan terjadi jika kita masih pacaran dsb. Berawal dari keisengan tersebut, bukan tidak mungkin kita akan mengirim message, menjadi chat, kembali bertemu dan seterusnya.

 

Menghubungi mantan kekasih hanya untuk ‘iseng’ juga bukan tanpa resiko. Seiring dengan berjalannya waktu, ingatkan yang kita miliki akan kekasih juga sedikit banyak membuat kita berpikir bahwa jika kemungkinan untuk berhubungan kembali dengan mantan itu ada, maka kali ini hubungan itu akan berjalan dengan baik, tidak seperti sebelumnya. Hal ini muncul karena individu tanpa sadar menstimulus dirinya sendiri untuk belajar dari kegagalan di masa lalu. Faktor tersebut ditambah dengan individu yang juga cenderung merasa bahwa kegagalan dimasa lalu merupakan akibat dari ‘keadaan’ semakin membuat banyak dari kita cukup gigih mengejar kembali hubungan dengan mantan kekasih.

 

Namun demikian, statistis menunjukkan bahwa menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasih (atau bahkan mantan suami / istri) seringkali tidak bertahan lama. Jika dikaitkan dengan penjelasan sebelumnya, hal tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain adalah karena individu cenderung secara tidak sadar memiliki ekspektasi bahwa saat ini keadaan sudah berubah dan hubungan menjadi lebih baik. Hal ini bisa saja berubah 180 derajat saat mengetahui bahwa meskipun banyak hal berubah masih terdapat beberapa hal yang memang tetap seperti sediakala, dan ini yang dapat menghalangi hubungan seperti dahulu.

 

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, memang semakin mudah menemukan dan siapa saja di internet, tidak terkecuali mantan kekasih. Terkadang sulit bagi beberapa individu untuk tidak menahan diri mencari dan menghubungi mantan kekasihnya. Namun demikian, tentu saja hal ini tidak selalu berakhir baik, terlebih bagi mereka yang sudah memiliki kekasih. Jika dirasa sulit untuk tidak mencari, melihat, kabar tentang mantan kekasih, cara yang bisa dilakukan adalah untuk terus meningkatkan rasa sayang dalam hubungan yang saat ini dijalankan. Untuk lebih jelasnya, cara meningkatkan kasih sayang bermacam – macam, diantaranya adalah:

  1. Mengetahui apa yang kita butuhkan dan membaginya dengan pasangan. Meskipun mudah, hal ini dilakukan hanya segelintir pasangan. Banyak dari mereka tahu apa yang mereka butuhkan namun tidak disampaikan kepada pasangannya masing – masing dengan berbagai alasan seperti malu, tidak ingin ‘mengubah’ pasangan, atau pun takut ‘menyakiti’ pasangan.

 

  1. Mendengarkan tanpa menghakimi. Banyak dari kita tanpa sadar sering menghakimi apa yang dilakukan pasangan kita, mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan tidak baik tanpa mendengarkan terlebih dahulu alasan dibaliknya.

 

  1. Memuji pasangan.

 

  1. Mengetahui bahwa dalam setiap hubungan, pasti terdapat ketidaksempurnaan.

 

  1. Menutup diri. Hal ini dilakukan karena banyak individu yang tidak ingin ‘mengambil resiko’ membuka dirinya karena takut disakiti. Dengan membuka diri kita terhadap perasaan – perasaan yang kita rasakan dapat membantu meningkatkan keintiman kita dengan pasangan.

 

Secara garis besar, sadar tidak sadar, banyak dari kita masih sering mengingat – ingat hubungan yang pernah kita lalui dengan mantan kekasih. Namun demikian, perlu ditanamkan bahwa waktu berjalan maju, tidak mundur, terus memikirkan masa lalu dapat menghalangi kebahagiaan kita saat ini dan kebahagiaan kita dimasa yang akan datang.

 

Nova Ariyanto Jono

 

Sumber:

Anonymous. 1996. What does it take to maintain love? Diambil secara online dari http://www.psychologytoday.com/articles/199603/what-does-it-take-maintain-love tanggal 1 November 2010.

 

Ben – Zeev, A. 2010. Searching For Your Ex-Lover: The value of nostalgia. Diambil secara online dari http://www.psychologytoday.com/blog/in-the-name-love/201003/searching-your-ex-lover-the-value-nostalgia tanggal 22 Oktober 2010.

 

Gambar diambil di sini